Hariandetik.id | Prabumulih,
Dugaan praktik permintaan setoran dalam proses mutasi jabatan kepala sekolah kembali menjadi perbincangan di Kota Prabumulih. Isu tersebut menyebut adanya oknum yang meminta sejumlah uang hingga ratusan juta rupiah kepada kepala sekolah tingkat SMA agar jabatan mereka tetap aman.
Menanggapi kabar tersebut, Ketua DPRD Kota Prabumulih H. Deni Victoria, SH., MSi meminta pihak yang merasa dirugikan untuk tidak hanya menyampaikan keluhan, tetapi juga berani melaporkannya kepada aparat penegak hukum.
Menurutnya, isu seperti ini sudah berulang kali muncul di tengah masyarakat, namun hingga kini belum pernah disertai laporan resmi maupun bukti yang jelas.(Ril)
“Kalau memang benar ada oknum yang meminta setoran, seharusnya segera dilaporkan. Jangan hanya menjadi isu yang terus beredar tanpa ada tindakan,” ujar Deni Victoria saat dimintai tanggapan, Sabtu (7/3/2026), Dikutip dari https://pikiranrakyatsumsel.com
Politisi Partai Demokrat itu menilai, laporan resmi sangat penting agar persoalan tersebut bisa ditindaklanjuti secara hukum dan tidak menimbulkan berbagai spekulasi di masyarakat.
Ia juga menegaskan bahwa apabila tudingan tersebut benar terjadi, maka hal itu sangat memprihatinkan dan berpotensi merusak sistem pengelolaan pendidikan.
“Jika benar ada praktik seperti itu, tentu sangat memalukan. Bagaimana seorang kepala sekolah bisa menjalankan tugasnya dengan baik jika jabatannya diperoleh dengan cara seperti itu,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan Hj. Mondyaboni, SE., SKom., MSi., MPd saat dikonfirmasi terkait isu tersebut belum memberikan tanggapan. Pesan konfirmasi yang dikirimkan melalui aplikasi WhatsApp hingga saat ini belum mendapat balasan, begitu pula panggilan telepon yang belum direspons.
Sebelumnya, sejumlah kepala sekolah SMA/SMK di wilayah Sumatera Selatan dikabarkan merasa resah dengan adanya pihak yang mengaku memiliki kedekatan dengan pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Oknum tersebut disebut-sebut menawarkan jaminan keamanan jabatan kepala sekolah dengan syarat memberikan sejumlah uang yang nilainya berkisar antara Rp100 juta hingga Rp200 juta.
Salah satu kepala sekolah yang enggan disebutkan namanya mengaku pernah dihubungi melalui pesan WhatsApp sebelum akhirnya diajak bertemu secara langsung untuk membahas hal tersebut.
“Kami dihubungi lewat WhatsApp, lalu diajak bertemu. Katanya kalau tidak memberikan setoran, jabatan kami tidak akan aman,” ucap sumber tersebut.
Hingga kini, informasi tersebut masih berupa pengakuan dari sejumlah pihak dan belum disertai laporan resmi kepada aparat penegak hukum.**
